Kaos Polos Murah – belanjaterus.net

Mungkin belum banyak di antara kita yang belum mengetahui jenis kain atau jenis bahan kaos, meskipun hampir setiap hari kita memakainya. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis bahan kaos pun, sering kali sulit membedakan bahan kaos polos antara satu dengan yang lainnya.
Semoga saja sekilas informasi tentang jenis-jenis bahan kaos yang beredar di pasaran ini -sedikit banyak- dapat membantu meningkatkan pengetahuan anda, sehingga dapat lebih selektif dalam memilih / beli kaos polos, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk kepentingan bisnis.
Berdasarkan bahan dasar pembuatanya, bahan kaos polos yang terdapat di pasaran ada beberapa macam. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE, Hyget.

Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos polos. Untuk kaos berkerah atau kaos polo ( polo shirt), biasanya digunakan bahan cotton pique atau lacoste. Sedangkan untuk jaket, jumper, atau hoodie, biasanya digunakan bahan fleece atau terry.

Jika anda mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian, pastikan bahwa kaos yang anda pakai menggunakan bahan 100% Cotton Combed. Perlu diketahui bahwa masing-masing pabrik bahan / pembuat kaos menghasilkan kualitas kaos yang berbeda, dikarenakan perbedaan kualitas bahan baku kapas, perbedaan proses produksi dan quality control, serta perbedaan proses washing serta finishingnya. Oleh karena itu, bahan cotton combed dari pabrik 1, bisa saja sedikit berbeda kualitas dan teksturnya dengan pabrik 2, demikian pula produk bahan kaos yang dijual di toko kain A bisa jadi berbeda dengan toko kain B.
Bahan kaos polos (100% cotton) adalah bahan kaos yang 100 % terbuat dari serat kapas alam.

Jenis Bahan Kaos Polos:

1. 100% COTTON COMBED
Serat benang lebih halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan lebih halus dan rata. Berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya, bahan cotton combed memiliki beberapa jenis: 20s, 24s, 30s, 40s. Semakin besar angkanya, semakin halus dan tipis bahannya, dan semakin mahal harganya. Untuk kaos distro umumnya memakai jenis 20 s dan 30s, sedangkan untuk jenis lainnya, biasanya dipakai juga untuk item dengan desain tertentu, seperti kaos khusus cewek atau pakaian dalam, menyesuaikan karakter bahannya.

2. 100% COTTON CARDED
Seperti halnya bahan cotton combed, bahan cotton carded memiliki beberapa jenis: 20s, 24s, dll, berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Hanya saja serat benang yang digunakan dalam bahan cotton carded ini kurang halus. Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Umumnya bahan cotton carded ini digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, memiliki tekstur kurang halus namun tetap nyaman dipakai karena terbuat dari 100% serat kapas alam.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan CVC (Cotton Viscose) adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Sama halnya dengan bahan kaos yang lainnya jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. TC (TETERON COTTON)
Jenis bahan TC (Teteron Cotton) adalah campuran dari 35% Cotton Combed dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan dengan bahan kaos katun (Cotton), bahan Teteron Cotton kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihan dari jenis bahan Teteron Cotton lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali. Harganya pun relatif lebih murah dari bahan-bahan kaos yang lain.

5. POLYESTER atau PE
Jenis bahan Polyester atau PE terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi kemudian dibuat untuk bahan kaos berupa serat fiber poly. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas jika dipakai.

6. HYGET
Jenis bahanHyget juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai karena harganya yang sangat murah.
Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain kaos berbeda-beda.

Sekian penjelasan mengenai 6 jenis bahan kaos polos yang sering di gunakan dalam industri garment, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika kamu ingin membaca artikel lainya silahkan klik disini

Jika anda Bingung dan tidak mengerti kenapa bentuk dan jenis jahitan seperti apa yang harus anda ketahui silahkan baca artikel ini.

Pertanyaan yang sering ditanyakan ke http://belanjaterus.net lewat email adalah

” Kenapa ya mba, banyak banget jenis dan bentuk bentuk jahitan ? buat apa saja macam macam jahitan itu mba ? bukanya cukup pakai mesin jahit jarum satu dan obras saja untuk menjahit ? “

Jawaban kami adalah….
Memang untuk saat ini sudah berkembang pemahaman menjahit dengan free stiching style yang bebas (tidak mengikuti ketentuan penggunaan mesin standar untuk menjahit bagian bagian standar menurut standar pembeli luar negeri) dan menurut saya boleh boleh saja untuk menjahit dengan free stiching style bebas mau pakai mesin apa saja untuk dibagian bagian tertentu atau bagian apa saja silahkan! (kalau bisa di jahit pakai tangan juga tidak masalah selama Quantity tidak banyak menurut ukuran anda dan dapat dikerjakan full manual untuk bagian bagian tertentu), menjahit kaos polos berbeda dengan menjahit baju fashion, apalagi menjahit baju fashion etnik seperti batik dan baju dengan bahan material etnik indonesia lainnya saya berpendapat tidak ada keharusan untuk mengikuti standar international yang berlaku untuk produk produk branded fashion yang ketat dengan QC

Beberapa jenis jahitan kaos polos memang diciptakan untuk beberapa alasan , salah satu alasannya karena adanya perbedaan material bahan kaos polos yang berbeda hal ini berhubungan dengan kekuatan dan kelenturan menjahitnya (jadi ada faktor jahitan kaos polos harus kuat untuk bahan tebal mungkin jahitan tipe / jenis lockstich lebih cocok dibanding jenis chainstich serta mungkin juga fungsi art/seni jahitan itu sendiri juga harus dapat membuat kaos polos itu menjadi indah secara fashion atau produk yang dijahitnya jika diperlukan dapat diperlihatkan stichingnya seperti celana celana kargo dan produk bahan denim serta mungkin jahitannya harus dihilangkan untuk bagian bagian tertentu di produk ladies blouse (seperti nampak hilang) untuk bagian jenis jahitan ini adalah jahitan Blindstiching (jahitan hilang.tidak terlihat) karena jenis bahan yang digunakan dan jatuhnya pola bahan yang bagus jika tidak menampilkan stiching jahitan.

Jadi sekali lagi banyak alasan kenapa banyak sekali jenis jenis jahitan untuk kaos polos yang harus anda ketahui walaupun sekali lagi tidak mesti anda berpaku untuk membeli mesin mesin tertentu jika itu bukan keharusan dari SPI Buyer (Standar Per Inchi yang di tetapkan oleh pembeli yang mengacu pada kontrak). Tetapi sekali lagi tetap anda harus belajar dan mengetahui beberapa jenis jahitan untuk kaos polos dan fungsinya karena selain menambah pengetahuan anda untuk bidang produksi dan untuk anda pribadi anda akan lebih yakin untuk mechanging / mengganti jahitan tertentu dengan jenis jahitan terdekat yang disesuaikan dengan fungsi dan pengetahuan anda sendiri untuk menjahitnya untuk menghasilkan produk yang layak jual bagus, murah , dan lumayan kuat untuk dipakai (tidak gampang robek).

Dibanding jenis pakaian lainnya, sejarah kaos polos sebenarnya belumlah terlalu panjang. Kemungkinan besar kaos polos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kaos polos berbahan katun biasanya dipakai oleh tentara Eropa sebagai pakaian dalam (di balik seragam), yang fleksibel dan bisa dipakai sebagai pakaian luar jika mereka beristirahat di udara siang yang panas. Istilah “T-Shirt” (metafor yang mungkin diambil berdasar bentuknya) baru muncul di Merriam-Webster’s Dictionary pada 1920, dan baru pada Perang Dunia II ia menjadi perlengkapan standar dalam pakaian militer di Eropa dan Amerika Serikat.

Kaos polos sendiri mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos polosnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Dan puncaknya adalah ketika James Dean mengenakan kaos polos sebagai simbol pemberontakan kaum muda dalam Rebel Without A Cause (1955).

Teknologi screenprint di atas kaos polos katun baru dimulai awal “60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos polos baru, seperti tank top , muscle shirt , scoop neck , v-neck dsb. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos polos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial. Kaos polos mengkomunikasikan berbagai lokasi atau identitas sosial: tempat (HRC, Borobudur, Bali, Yogyakarta), bisnis (Coca Cola, Yamaha, Suzuki), tim (MU, Inter Milan), konser atau acara kesenian (Jakjazz), komoditas yang dianggap bernilai (VW, Harley Davidson), sementara banyak juga yang mengkomunikasikan slogan (kaos-kaos Dagadu, Joger).

Fashion, Kaos polos, dan Komunikasi

Meski sudah mulai mendunia sejak tahun 50-an, konvensi mode dunia tetap saja belum memasukkan kaos polos ke dalam kategori fashion . Kaos polos tetap saja dianggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas dikenakan sebagai pakaian luar. Memakai kaos polos masih juga dianggap sebagai tindakan yang unfashion. Karena itu pada masa musik heavy metal mulai digemari kalangan muda, mereka ini sengaja memilih seragam kaos polos sebagai bentuk penolakan terhadap konvensi arus utama mode dunia (high fashion). Menyobek beberapa bagian dari kaos polos bahkan merupakan bagian dari gaya subkultur punk. Bagi mereka ini bentuk fashion adalah unfashion.

Perubahan dalam bahan dan teknologi produksi kaos polos turut berperan dalam perubahan makna kaos polos dalam kehidupan sosial. Ditemukannya polyester dan bahan-bahan fiber artifisial, bersamaan dengan diperkenalkannya bahan drip-dry untuk pembuatan pakaian, penambahan variasi warna, gaya dan tekstur, membuat kaos polos semakin diterima sebagai pakaian luar. Meski begitu, dalam diferensiasi sistem fashion, hingga sekarang kaos polos masih digolongkan dalam kategori low fashion (=unfashion?).  Berbeda dengan produk high fashion yang didesain dan dibuat secara khusus untuk orang-orang khusus, hampir semua kaos polos merupakan low fashion yang didesain untuk tujuan diproduksi secara massal.

Variasi kaos polos sebagai pakaian luar sekarang ini sangat beragam. Kaos polos diproduksi baik dalam warna-warna primer maupun dalam kombinasi yang lebih kompleks, beberapa di antaranya dilengkapi dengan saku untuk menyimpan alat tulis, rokok, atau benda kecil lainnya. Dengan begitu kaos polos tidak hanya dipakai oleh kalangan muda, laki-laki, atau mereka yang berasal dari golongan bawah saja, tetapi juga dipakai oleh siapa saja. Kita juga melihat kaos polos dipakai dalam berbagai aktivitas, dari bekerja hingga mengisi waktu senggang, seperti jalan-jalan di pusat pertokoan atau bermain golf.

Kaos polos sekarang ini juga telah menjadi wahana tanda. Kaos polos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah “teks terbuka” di mana pembaca atau penonton bisa menginterpretasikannya.

Betapapun klaim atas identitas atau status dalam kaos polos ini bersifat ambigu, dalam terminologi Umberto Eco (1979), representasinya selalu bersifat undercoded , ia berhubungan secara synecdochical (satu bagian dari kaos polos mewakili keseluruhan pribadi seseorang) dengan pengalaman, relasi sosial, nilai, atau status yang diklaim secara eksplisit atau implisit oleh pemakainya. Pesan yang disampaikan dalam kaos polos bukanlah sekedar tentang tempat, kelompok, atau bisnis, tetapi klaim atas status pemakainya. Seorang pemakai kaos polos Dagadu misalnya, bukan sekedar menyampaikan pesan bahwa kaos polos yang dipakainya adalah buatan Yogyakarta, melainkan juga mau mengumumkan sebuah pengalaman yang menurut pemakainya cukup penting (ia seperti mau mengatakan,”Mari saya beritahu pengalaman saya jalan-jalan di Yogya”).

Tetapi sekarang ini kaos polos juga dipakai untuk mengkomunikasikan apa yang bukan bagian dari identitas seseorang. Misalnya, penulis pernah melihat seorang ibu muda yang sedang berjalan mengandeng anaknya. Si ibu ini memakai kaos polos dengan tulisan “BITCH” di bagian depannya.

Apakah si ibu ini tidak mengerti bahasa Inggris atau penguasaan bahasa Inggrisnya pas-pasan, sampai ia tidak mengerti bahwa bitch (anjing betina) adalah umpatan yang sangat kasar yang biasa dipakai untuk menyebut wanita jalang? Apalagi waktu itu ia sedang menggandeng anaknya. Bukankah si anak ini menjadi cocok dengan umpatan lainnya, son of a bitch ? Seandainya si ibu ini cukup mengerti bahasa Inggris, tentu yang mau dikomunikasikannya adalah “saya bukan bitch “. Ini semacam pendifinisian double negative, di mana seseorang mengklaim (secara ragu-ragu) keanggotaan pada kelompok tertentu yang tidak eksis. Si ibu tadi mengklaim keanggotannya pada kelompok “perempuan/ibu yang baik” tanpa menghadirkan kelompok yang diklaimnya ini. Hal yang sama juga terjadi pada kasus salah satu teman yang memakai kaos polos bergambar logo Golkar untuk menunjukkan pengejekannya pada Golkar atau untuk mengatakan bahwa ia bukan simpatisan Golkar.

Dengan semakin tumbuhnya industri periklanan, kaos polos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk, sebagaimana mengkomunikasikan diri atau identitas. Seringkali kaos polos dijadikan iklan berjalan yang oleh pengiklan kadang-kadang dibagikan secara gratis. Di Indonesia, adalah hal yang biasa banyak orang berebut mendapatkan pembagian kaos polos dari OPP pada saat Pemilu (tak jarang juga disertai pembagian “amplop”). Perusahaan-perusahaan sekarang ini juga membuat kaos polos dengan nama atau logo perusahaan yang tertera di atasnya (Coca Cola, Reebok, Nike, Wilson), dan menjualnya di toko-toko sebagai pakaian produksi massal yang siap pakai. Bagi sejumlah besar pemakainya, tentu memakai kaos polos tidak dimaksudkan sebagai iklan, melainkan sebagai indikasi status dan pendapatan pemakainya, loyalitas atau kepercayaan pada satu produk. Ia juga merupakan suatu bagian dari identitas diri, “Saya adalah penggemar Coca Cola”, “Seperti Michael Jordan, saya memakai Nike (bagaimana dengan Anda?)”.

Kaos-kaos buatan perusahaan tertentu dianggap mewakili gaya hidup atau selera yang khas, selain sekaligus si pemakai mengiklankan perusahaan pembuatnya. Misalnya kaos polos bermerek Benetton, Ralph Lauren atau Calvin Klein. Simbol-simbol tertentu pada kaos polos, seperti buaya kecil atau kuda poni dan pemain polo kecil (dan berbagai variannya), juga sangat penting. Simbol-simbol ini bukan hanya menunjukkan status pemakainya yang mampu mengkonsumsi pakaian buatan desainer mahal, tetapi juga status dalam sistem fashion itu sendiri (ketika kelompok desainer Parisian juga memproduksi kaos polos, apakah kaos polos menjadi high fashion ?).

Kaos polos dan Kehidupan Modern

Lebih dari jenis pakaian yang lain, sejarah kaos polos bukan saja menunjukkan cepatnya perubahan teknologi dalam industri garmen, melainkan juga menunjukkan bagaimana fashion bernegosiasi dengan ruang dan waktu.

Kaos semula hanya diakui sebagai pakaian dalam. Dan dalam kaitannya dengan pola penempatan ruang, sebagai pakaian dalam kaos polos adalah pakaian privat . Tetapi kemudian dengan negosiasi lewat media massa dan penemuan bahan serta model-model baru, kaos polos perlahan mulai tampil sebagai pakaian publik. Karena itu, sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos polos dari ruang privat ke ruang publik ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publik (privatisasi ruang publik). Sementara dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos polos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kaos polos bisa dilihat sebagai bagian dari leisure class , yang menunjukkan statusnya dengan pemanfaatan waktu senggang sebesar-besarnya.

Persis seperti semboyan kaos polos Dagadu ” Smart and Smile “, kaos polos mengajarkan bagaimana hidup modern harus dijalani: berpenampilan cerdas, ringkas, tangkas, sekaligus santai. Hidup dengan segala tetek-bengeknya yang rumit ternyata tidak harus dijalani dengan rumit pula, melainkan bisa dijalani dengan “seperlunya dan santai”. Dalam perspektif ini, papan pengumuman di kampus-kampus yang berbunyi “Dilarang memakai kaos polos dan sandal” adalah warisan dari kehidupan masa lalu yang “serius” dan sebentuk “pendisiplinan gaya”, yang tidak lagi cocok dengan semangat smart and smile . Karena itu mahasiswa tetap saja berkaos polos di kampus, pertama-tama bukan untuk menunjukkan perlawanan langsung mereka kepada aturan hidup yang lama, melainkan untuk menunjukkan bahwa diri mereka sendirilah yang paling berhak atas penampilannya. Dan bagaimana mereka harus berpenampilan, salah satunya ditentukan oleh resepsi mereka terhadap media massa, yang juga mengajarkan smart and smile (misalnya semboyan iklan telepon genggam Nokia seri 3210, “Begitu kecil, begitu cerdas”). Jadi hidup modern dijalani dengan semangat mengisi waktu senggang. Inilah yang disebut estetikasi kehidupan sehari-hari yang mencirikan kehidupan modern (di mana “yang etis” bergeser menjadi “yang estetis”). Semangat kehidupan modern sebenarnya adalah semangat kaos polos.

Referensi

Ajidarma, Seno Gumira, 2001, “Djokdja Tertawa, Disain Kaos Oblong DAGADU”, Bernas , 12 Januari 2001.
Cullum-Swan, Betsy dan P.K. Manning, 1990, “Codes, Chronotypes and Everyday Objects”, makalah disampaikan dalam konferensi The Socio-semiotics of objects: the role of artifacts in social symbolic process, 20-22 Juni 1990, University of Toronto. Tersedia di: http://sun.soci.niu.edu/~sssi/papers/
pkm1.txt
Eco, Umberto, 1979, Theory of Semiotics , Indiana: University of Indiana Press.
Hebdige, Dick, 1999 (1979), Subculture, The Meaning of Style , London & New York: Routledge.
McRobbie, Angela, 1999, In the Culture Society, Art, Fashion and Popular Music , London & New York: Routledge.
Rojek, Chris, 2000, “Leisure and rich today: Veblen”s thesis after a century”, Leisure Studies 19 (2000), hal. 1-15.
T-Shirt King, “History of American T-Shirt”. Tersedia di: http://www.t-shirtking.net/history_of_t-shirts.html

Makalah ini disampaikan sebagai pengantar diskusi “Art on T-Shirt”, Bentara Budaya Yogyakarta, 13 Januari 2001. Versi pendek tulisan initermuat di KOMPAS, 28 Januari 2001.

Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain kaos berbeda-beda.

JENIS BENANG UNTUK KAOS POLOS

1. BENANG 20S.

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

JENIS RAJUTAN

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20’S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan hanya satu permukaan atau kaos tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos polos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20’D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang maupun tipe rajutan pada kain kaos berbeda-beda.

JENIS BENANG

1. BENANG 20S.

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos polos antara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

JENIS RAJUTAN

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20’S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan hanya satu permukaan atau kaos tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT (Contoh. Combed 20’D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

4. STRIPER atau YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

Meskipun hampir setiap hari mengenakan kaos, banyak yang belum mengetahui jenis kain atau bahan pembuat kaos. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis kaos polos, sering kali susah membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian.

Jenis bahan kaos polos yang beredar di pasaran sangat banyak. Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, PE, Hyget.

1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:

A. COTTON COMBED:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata

B. COTTON CARDED:
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC (TETERON COTTON)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya

5. HYGET

Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai

Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos oblong. Sedangkan untuk kaos berkerah atau biasa disebut kaos polo, biasanya digunakan bahan PIQUE. Bahan ini biasa disebut LACOSTE. LACOSTE sendiri adalah merek kaos yang banyak menggunakan bahan ini. Selain lacoste, yang banyak menggunakan jenis bahan ini adalah POLO RALPH LAUREN.

Perlu diketahui bahwa masing-masing pabrik bahan kaos menghasilkan kualitas produk yang berbeda. Artinya, sama-sama cotton combed, dari pabrik A, bisa berbeda dengan pabrik B, dan produk dari toko kain A bisa jadi berbeda dengan toko kain B.

Penamaan jenis bahan kaos polos juga berubah-ubah dan kadang menyesatkan. Hal ini bisa terjadi karena ketidak mampuan konsumen untuk membedakan jenis bahan kaos secara tepat. Misalkan, seorang pembeli kaos masuk ke salah satu toko kain di Tanah Abang Jakarta dan hendak membeli cotton combed. Kebetulan saat itu stock cotton combed di toko tersebut tidak ada. Bilanglah si pemilik toko: ”pake ini aja nih.. Semi Combed, kualitas sama harga lebih murah” dan si pembeli pun menurut. Alhasil, muncullah istilah baru: Semi Combed. Usut punya usut, ternyata yang disebut Semi Combed itu adalah Cotton Carded!. Dengan motif serupa, muncul istilah-istilah bahan yang baru seperti Soft Combed, Carded Super, Super Combed, Cotton kualitas A, PE super, dan lain-lain.

1. Kain Katun

Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.

Keunggulan:

1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat.
5. Tidak berbulu

2. Katun Kombed (Combed Cotton)

Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s. Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s. Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.

3. Katun Karded

Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.

Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.
Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.

4. Kain Lacoste

Kain Lacoste adalah jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki.

5. Kain Pique

Sama seperti kain Lacoste/adidas, kain Pike juga biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Sama seperti pada kain lacoste/adidas untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi.
Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit.
Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan karded) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.

6. Kain PE

Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.
Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.

*Keunggulan: Murah

*Kelemahan: Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos polos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

7. Light weight wools

Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

8. Akrilit

Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools

9. Cashmere

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.

10. Sheer

Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman, Anda akan terlihat simple yet sexy.

11. Jersey

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan kaos polos melekat ketat yang tidak enak dilihat.

12. Denim

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.

13. Linen

Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

14. Lycra

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.

15. Leather & Suede

Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga Anda, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas kaos polos sampai sepatu Anda pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya.
Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.

16. Paragon

Jenis kain yang halus seperti kapas.Umumnya digunakan bahan pembuatan Baju Basket. Kualitas IBL Indonesia

17.  D’Tree

Kain berpori penyerap keringat. Biasanya digunakan untuk bahan kaos polos untuk basket juga.

18. Baby Tray

Jenis kain yang bersifat tebal dan halus serta tidak berbulu. Bagian dalamnya lembut seperti selimut. Biasa digunakan untuk bahan Jumper/Sweeter.

19. Aston

Bahan agak licin dan biasanya digunakan dalam pembuatan jas

20.  Kanvas

Bahan yang tebal dan kasar. Cocok untuk anak muda. Bahan pembuatan jaket. Jaket dengan bahan ini sangat tahan.

Kaos polos merupakan pakaian praktis yang sering digunakan pada saat suasana santai. Namun banyak di antara kita yang lupa bahkan ada juga yang tidak tahu cara merawat kaos polos agar tahan lama. Berikut tips mencuci kaos polos favorite anda agar tetap awet dan nyaman di pakai.

1. Kaos polos tidak boleh direndam terlalu lama

Usahakan pada saat merendam kaos polos tidak lebih dari 1 jam untuk kaos polos yang sudah lama, sedangkan untuk merendam kaos polos baru tidak boleh lebih dari 30 menit. Deterjen bisa menyebabkan sablon kaos polos favorite kita cepat rusak. Baik itu kaos polos cowok ataupun kaos polos cewek.

2. Kaos polos harus pisahkan saat dicuci

Maksudnya adalah pisahkan antara kaos polos yang berwarna kuat (hitam, merah, biru, hijau) dengan kaos polos lain yang berwarna putih. Bersiap kalau ada kaos polosyang luntur. Pisahkan juga kaos polos yang sangat kotor dengan yang tidak begitu kotor, karena jika dicampur nanti hanya akan mentransfer kotoran saja (Biasanya kaos polos pria akan lebih kotor dari kaos polos wanita)

3. Kaos polos jangan disikat

Jika saat mencuci kaos polos kita menyikat terlalu keras, maka bisa merusak sablon kaos polos tersebut. Juga hindari kucekan dan perasan yang terlalu kuat karena dapat merusak pori-pori pada kaos polos.

4. Kaos polos harus di jemur terbalik

Sinar matahari dapat mengakibatkan warna kaos polos dan sablon kaos anda akan memudar. Oleh karena itu sebelum menjemur kaos polos yang telah di cuci sebaiknya di balik terlebih dahulu agar sablon kaos tidak langsung menghadap ke matahari.

5. Kaos polos jangan digantung saat menjemur

Jangan menggantung kaos polos pakai hanger, karena bisa membuat leher kaos polos kita melar. Kecuali mungkin setelah kering jadi kaos polos tidak terlalu berat seperti di tempat jual kaos polos.

6. Hindari pemutih saat mencuci kaos polos

Pemutih pakaian mengandung zat kimia yang sangat kuat, yang bisa menyebabkan sablon kaos anda menjadi luntur dan terkelupas. Pemutih pakaian juga berpotensi membuat kaos polos menjadi cepat tipis dan kasar. Walaupun kaos polos mahal atau dibeli secara shopping online / shop online, itu bukan jaminan karena zat kimia tersebut bersifat merusak.

7. Hindari mencuci kaos polos dengan mesin cuci

Sebaiknya cuci kaos polos anda secara manual/menggunakan tangan. Karena mesin cuci dapat membuat kaos polos anda menjadi melar, sablon kaos cepat rusak, dan pori-pori kaos polos akan menjadi kasar. Hal ini dikarenakan saat berputar kaos polos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kaos polos yang ada disekitarnya.

8. Kaos polos harus di setrika

Agar awet selalu setrika kaos polos anda setelah selesai dicuci dan dijemur. Juga pastikan kaos polos disetrika pada keadaan kering.

9. Kaos polos Keren bukan untuk tidur

Agar awet, jangan pakai kaos polos favorite anda untuk tidur, hal ini di karenakan sadar atau tidak pada saat kita tidur pasti kita berkeringat, keringat ini bisa membuat kaos polos kita cepat kotor dibagian leher.

10. Pakailah kaos polos seperlunya

Pakailah kaos polos favorite anda yang paling keren seperlunya, sayang kan kalo kaos polos favorite kita cepat rusak gara-gara keseringan dipakai

Nah itu tadi sedikit tips yang bisa saya bagikan, semoga anda bisa mempelajari dan mempraktekan tips-tips merawat kaos polos agar lebih awet. Terima kasih

Pernahkah merasakan iritasi pada kulit anda, dengan gejala gatal – gatal ketika menggunakan kaos yang telah anda beli, hal ini dikarenakan faktor dari kaos polos yang tidak berbahan cotton combed ( katun alam ) yang murni, sehingga ketika anda melakukan kegiatan yang berkeringat, kaos ini tidak akan menyerap keringat anda dengan baik, dan akan mempercepat berkembangnya bakteri atau jamur pada tubuh kita yang akan menyebabkan gatal – gatal.

Bila dibiarkan, maka kulit kita pun akan terjadi iritasi, dan bila sudah terjadi iritasi pada kulit akan sangat sulit sekali untuk disembuhkan, karena kulit sudah terluka. Untuk mengatasi hal seperti ini, janganlah gunakan kaos polos yang tidak berkualitas, cobalah untuk membeli kaos polos yang berkualitas yang berbahan cotton combed ( katun alam ) sehingga hal ini akan menjaga kesehatan kulit anda dan membuat anda nyaman dalam melakukan segala aktifitas.

Lalu bagaiman cara mendapatkan kaos yang berkualitas?. cara untuk mendapatkan kaos polos berkualitas, anda bisa membelinya pada toko – toko yang terpercaya, dan perlu anda perhatikan, bukan hanya toko yang ramai saja dapat dibilang terpercaya, karena toko yang ramai belum tentu memiliki produk yang berkualitas, terkecuali bila memang toko tersebut sudah mempunyai BRAND, namun toko yang mempunyai BRAND akan identik lebih mahal, karena sebagai pengguna ataupun penjual, pasti anda menginginkan harga yang murah namun kualitas barang yang baik.

Disini, kami juga menyediakan berbagai macam kaos polos oneck, lengan panjang, raglan, dan polo dengan harga yang sangat murah, tidak hanya itu, kami juga melayani digital printing dengan harga murah, jadi anda bisa order kaos beserta dengan printing kaos, desain untuk printing kaos dapat menggunakan desain pilihan atau buatan anda sendiri, jadi tunggu apalagi, ayo order kaos polos dengan harga murah sekarang juga dan print kaos kalian dengan desain suka – suka.

bingung dalam mencari agen kaos polos dengan harga yang murah, agen kaos polos memang sangat banyak sekali, namun untuk mencari distributor kaos polos inilah yang sulit, karena membeli kaos polos pada suatu pabrik memerlukan batas minimal pembelian, bila hanya membeli dalam jumlah lusinan, mungkin pabrik kurang melayani, dan harga yang didapat juga tidaklah murah.

Untuk membeli sablon kaos dengan harga yang murah dan berkualitas, anda bisa membelinya melalui kami, harga yang kami berikan adalah harga yang murah, jadi sangat cocok bagi anda yang ingin menghemat kantung dan juga menjadi penjual kaos polos. Untuk kualitas yang kami berikan adalah kaos cotton combed dengan rajutan 20s.

Disini anda juga bisa membuat kaos polos dengan desain sendiri, kami juga menyediakan pelayanan ini dengan harga yang bersaing, jadi anda bisa mendapatkan kaos polos dengan harga murah dan juga printing kaos polos murah disini, Kami telah mendapatkan order ribuan setiap harinya dan banyak dari pelanggan kami yang berdatangan kembali untuk memesan.

Jadi jangan khawatir dengan pelayanan dan legal kami, yang perlu anda siapkan adalah desain dan duduk dengan manis, maka kaos yang anda pesan akan terantar ke rumah anda dengan aman, ayo order kaos polos sekarang juga, kaos polos murah dengan bahan berkualitas.

Seringkah kalian melihat kaos dengan menggunakan desain si pengguna sendiri, seperti halnya pada suatu organisasi yang menggunakan kaos polos dengan logo organisasi tersebut yang digunakan serentak ketika ada acara tertentu, untuk mendapatkan kaos seperti itu sangatlah mudah, jadi kalian sudah tidak harus lagi memilih desain pada catalog – catalog yang tersedia, karena desainnya pun terbatas.

Print Kaos Berkualitas

Sedangkan pada kami, kalian bisa membuat kaos polos dengan menggunakan desain kalian sendiri, tentu dengan harga yang sangat terjangkau dan bersaing, karena kami selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan kami, tidak hanya dari segi harga saja, tapi kualitas kaos dan juga pelayanan kami terhadap kalian sebagai pembeli, karena pembeli adalah raja.

Lalu berapa harganya?. bagi kalian yang ingin mengetahui harga dari printing kaos polos, silahkan cek pada belanjaterus.net , setelah melihat – lihat, kalian bisa langsung order pake kaos + printing dengan harga yang terjangkau, kalian bisa membeli tanpa adanya minimum order, order 1 pun akan tetap kami layani, dan kalian yang mempunyai pasangan, kalian juga bisa membuat kaos couple pada kami dengan desain kalian sendiri, guna untuk mempererat hubungan kalian dan pasangan kalian, bagi kalian yang sudah berkeluarga pun, kami juga melayani pembuatan kaos polos keluarga. Gunakan kaos bersama – sama ketika ada acara keluarga.

Bagi kalian yang berminat membeli kaos polos dengan digital printing, silahkan kunjungi belanjaterus.net , berikan harga terbaik dan buat kaos dengan desain sendiri.

Pernahkah kamu merasakan iritasi pada kulit, dengan gejala gatal – gatal ketika menggunakan kaos, hal ini dikarenakan kaos polos yang kamu gunakan bukanlah kaos cotton combed yang murni, sehingga ketika kamu melakukan kegiatan yang berkeringat, kaos ini tidak akan menyerap keringat kamu dengan baik, dan akan menyebabkan berkembangnya bakteri atau jamur pada tubuh kita yang akan menyebabkan gatal – gatal.

Bila dibiarkan, maka kulit kita pun akan terjadi iritasi, dan bila sudah terjadi iritasi pada kulit akan sangat sulit disembuhkan, karena kulit sudah terluka. Untuk mengatasi hal seperti ini, janganlah gunakan kaos polos yang tidak berkualitas, mulailah membeli kaos polos  yang berbahan cotton combed ( katun alam ) sehingga hal ini akan menjaga kesehatan kulit kamu dan membuat kamu nyaman dalam melakukan segala aktifitas.

Lalu bagaimana cara menbisakan kaos polos yang berkualitas?. cara untuk menbisakan kaos polos, kamu bisa membelinya pada toko – toko yang terpercaya, dan perlu kamu perhatikan, bukan hanya toko yang ramai saja bisa dibilang terpercaya, karena toko yang ramai belum tentu memiliki produk yang berkualitas, terkecuali bila memang toko tersebut sudah memiliki BRAND, namun toko yang memiliki BRAND akan identik lebih mahal, karena sebagai pengguna ataupun penjual, pasti kamu menginginkan harga yang murah namun kualitas barang yang baik.

Disini, kami juga menyediakan berbagai macam kaos polos oneck, lengan panjang, raglan, dan polo dengan harga yang sangat murah, tidak hanya itu, kami juga melayani digital printing dengan harga murah, jadi kamu bisa order kaos beserta dengan printing kaos, desain untuk printing kaos bisa menggunakan desain pilihan atau buatan kamu sendiri, jadi tunggu apalagi, ayo order kaos polos dengan harga murah sekarang juga dan print kaos kalian dengan desain suka – suka.

Bagi Anda pemilik distro atau usaha clothing lainnya, nama Cotton Combed pasti sudah tak asing lagi di telinga Anda. Itulah jenis kaos polos paling populer di Indonesia, dan mungkin juga di negara-negara lainnya. Tapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Cotton Combed? Apa bedanya dengan katun biasa?

Cotton Combed adalah jenis katun yang sangat lembut, yang dibuat dengan terlebih dahulu mengolah serat kapas sebelum dipintal menjadi benang. Kain Cotton Combed umumnya sedikit lebih mahal dari katun biasa. Sifatnya yang sangat halus tapi kuat membuat Cotton Combed banyak digunakan untuk membuat sprei dan kaos polos, yang sering bersentuhan dengan kulit.

Untuk membuat katun biasa, kapas dipanen, dibersihkan untuk menghilangkan kotoran dan biji, lalu digaruk (carding). Proses carding memisahkan dan meluruskan serat-serat, sehingga semuanya terletak pada arah yang sama. Lalu gulungan kapas mentah dipintal menjadi benang. Dalam pembuatan Cotton Combed, kapas disisir lebih lanjut dengan sikat yang halus, untuk menarik keluar setiap kotoran yang tersisa, juga serat-serat kapas yang pendek. Sekitar 15 persen volume kapas terlepas, meninggalkan hanya serat yang panjang dan lurus, yang seragam dan sejajar. Lalu kapas dipintal menjadi benang.

Tekstur Cotton Combed jauh lebih lembut sebab serat-serat kapas yang pendek telah terbuang oleh proses penyisiran, sehingga tidak muncul keluar dan membuat gatal. Selain itu segala kotoran pada serat juga terbuang melalui proses tersebut. Cotton Combed juga lebih kuat, sebab serat-serat kapas yang pendek dan mudah patah itu sudah disisihkan, sehingga menyisakan serat-serat yang kuat dan panjang, yang semakin rapat setelah disisir, membuatnya tidak mudah terurai. Namun karena proses ini menambah satu tahapan dari pembuatan katun biasa, biaya produksinya tentu menjadi lebih mahal.

Banyak perusahaan memilih untuk menggunakan Cotton Combed untuk pakaian atau sprei karena kelembutan dan kekuatannya. Katun yang tidak melalui proses penyisiran cenderung lebih kasar, lebih mudah berjumbai, rusak, atau robek. Cotton Combed paling cocok digunakan untuk pakaian anak-anak dan orang tua, karena lembut ketika dikenakan.

Cara merawat kaos polos berbahan Cotton Combed sebenarnya sama saja dengan kaos katun biasa. Kaos polos dengan bahan Cotton Combed dapat dicuci dan dikeringkan pada segala temperatur. Namun kaos Cotton Combed yang sudah diwarna mungkin dapat luntur jika dicuci dengan air panas, dan rajutannya dapat menyusut. Penggunaan air yang hangat dan deterjen ringan akan membuat kaos polos dari Cotton Combed lebih tahan lama. Jika Anda bergerak dalam bisnis pakaian, selalu cantumkan cara merawat ini pada label kaos.